Thursday, June 12, 2014

Peranku Untuk Indonesia ( Essay LPDP )

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia berjumlah 56.534.592 unit, menyerap 107.657.509 tenaga kerja (97,16%) dan memiliki porsi sebesar  59,08% sebagai penyumbang produk domestik bruto (PDB). Data dari kementrian Koperasi dan UKM secara nyata menunjukkan bahwa UMKM sangatlah berpengaruh besar pada ekonomi Indonesia. Namun tidak banyak UMKM yang dapat bertahan lebih dari 5 tahun dan memiliki produk yang kurang inovatif  sehingga banyak sekali investor baik dalam bentuk bank, perusahaan modal ventura dan personal enggan menginvestasikan dana mereka di UMKM Indonesia.

3 tahun sebagai pelaku usaha skala kecil dan aktif pada komunitas pelaku UMKM selama 2,5 tahun saya menemukan untuk membangun usaha  tidaklah sekedar modal nekat. Membangun UMKM butuh ilmu, skill dan pengalaman di bidang manajemen dan bisnis. Di lapangan banyak sekali pelaku UMKM di Indonesia berguguran dalam waktu kurang dari 1 tahun, akar masalahnya adalah kurangnya inovasi dan pengetahuan akan kewirausahaan.  Ironisnya, hanya segelintir orang yang berpengelaman dalam bidang bisnis dan manajemen yang peduli untuk berbagi kepada UMKM, mayoritas lebih memilih untuk fokus untuk pengembangan pada korporasi besar milik asing.

Untuk itu setelah saya menyelesaikan studi magister di University of Warwick dengan spesialisasi pada Innovation and Entrepreneurship dengan ditunjang fasilitas dan pengajar kelas dunia, besar keinginan saya untuk bisa menjadi agen perubahan dunia UMKM di Indonesia yang lebih kompeten dan mempunyai daya saing skala internasional, baik itu sebagai salah satu pelakunya, pendidik, pembina di komunitas maupun dipemerintahan.

Salah satu misi saya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran yang praktikal seperti yang saya pelajari kelak di studi magister kepada pelaku UMKM yang tergabung pada komunitas-komunitas pelaku UMKM di Indonesia, dimulai dari Jawa Barat dan Jakarta. Di komunitas UMKM tersebut akan coba diterapkan kurikulum yang terstruktur mulai dari cara memulai usaha yang baik dan bagaimana cara menarik investor sampai bagaimana cara keluar dari usaha dengan benar (exit strategy). Saya juga berencana akan membangun network para pelaku UMKM sukses dari United Kingdom untuk bisa berbagi ilmu kepada pelaku UMKM Indonesia sebagai mentor dan menjalin hubungan baik untuk bisa membuka jalan bagi pelaku UMKM di seluruh penjuru Indonesia memasarkan produknya di luar negeri maupun dalam negeri salah satunya dalam bentuk model bisnis eCommerce.

Selain itu saya juga akan mencoba untuk menjembatani antara penemu produk inovatif baik itu hasil dari penelitian ilmiah maupun karya seni yang bernilai tinggi dengan pelaku UMKM agar bisa meningkatkan nilai tambah industri skala UMKM dengan produk yang excellent.

Hasrat saya juga sangat besar untuk bisa aktif sebagai pendidik pada bidang entrepreneurship baik itu pada institusi pendidikan maupun di komunitas pelaku UMKM. Di Indonesia sendiri baru 1 Institusi yang membuka jurusan dengan tema Kewirausahaan, yaitu di Institut Teknologi Bandung. Dengan bekal ilmu dan jaringan yang saya dapat setelah saya menyelesaikan studi magister di Warwick saya ingin mengembangkan bidang keilmuan ini ke setiap daerah di Indonesia agar institusi pendidikan tersebut bisa menjadi pusat inkubator UMKM yang saya yakin akan sangat berpengaruh positif akan penambahan nilai produk dan ekonomi di daerah tersebut.

Menghadapai ASEAN Economic Community 2015 adalah tantangan yang besar untuk pelaku UMKM di Indonesia, dengan bekal ilmu yang didapat nanti, saya beserta mereka yang peduli akan kemajuan UMKM Indonesia akan membina mereka untuk bisa “naik kelas” dari UMKM yang berstigma usaha gerobakan menjadi UMKM yang kuat yang memiliki produk inovatif , mempunyai nilai tambah dan dapat menghidupi banyak orang disetiap UMKM yang ada.

Saya yakin dengan lebih banyaknya UMKM yang terbina dengan baik akan makin banyak juga orang bahkan keluarga yang dapat dihidupi dari UMKM tersebut. makin banyak yang tingkat kesejahteraannya meningkat, makin banyak juga putra putri bangsa yang bisa meneruskan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi karena orang tuanya bekerja dan mampu menyekolahkan mereka yang akan sangat berpengaruh positif terhadap kemajuan bangsa Indonesia.


Kesempatan yang tim LPDP berikan kepada saya sangatlah berarti untuk mewujudkan peran saya sebagai agen perubahan, sebagai putra bangsa yang peduli untuk menjadikan UMKM Indonesia yang KUAT, INOVATIF dan BERMANFAAT.

Kesuksesan Terbesar Dalam Hidup Saya ( Essay LPDP )

31 Desember 2006, tepat pada hari ulang tahun ke-17, satu keputusan kecil telah diambil, keputusan untuk berjuang merubah hidup untuk lebih baik. Keputusan kecil untuk berjuang menggapai cita melanjutkan studi di kampus impian banyak orang pada saat itu , yaitu Institut Teknologi Bandung.

Sempat dicemooh banyak teman karena mimpi yang seakan mustahil membuat saya sempat merasa rendah diri. Namun besarnya impian untuk bisa belajar bersama para juara membuat saya belajar untuk bisa “tuli” terhadap cemoohan orang lain, pada waktu itu hanya tersisa 4 bulan lagi untuk ujian saringan masuk ITB, saya sadar yang saya bisa lakukan adalah berjuang, berjuang, berjuang, dan berdoa.

Mei 2007, sebuah keajaiban dari sebuah perjuangan membuahkan hasil, akhirnya kesempatan untuk melanjutkan studi di kampus impian pun tercapai. Disini saya belajar tentang pentingnya harapan, karena HARAPAN lah yang membuat manusia terus bergerak dan melakukan sesuatu untuk mencapai cita-citanya.

Semangat belajar saya semenjak masuk ITB meningkat dibandingkan sewaktu saya SMA, namun bukan berarti perjalanan studi saya di ITB tanpa perjuangan. Tahun pertama saya lalui penuh perjuangan, pada saat itu untuk memahami isi kuliah tidaklah mudah bagi saya, apalagi semua materi diberikan dalam format bahasa inggris. Kesulitan tidak membuat saya menyerah, saya belajar dengan sangat giat sehingga IPK saya ditahun pertama mencapai 3,56.

Pertengahan tahun 2009, bisnis yang saya jalankan bersama rekan saya membuat saya terlilit utang puluhan juta rupiah, terpaksa untuk menutup utang bisnis dipakailah uang biaya kuliah selama 2 semester. Pahit dan malu rasanya bahwa saya harus menerima kenyataan bahwa saya tidak akan diwisuda bersama-sama teman saya.

Saya pun memutuskan untuk menjadi tenaga paruh waktu sebagai penjual disebuah perusahaan kesehatan tanpa berbekal pengalaman hanya bermodalkan HARAPAN  untuk bisa membayar utang dan segera melanjutkan studi saya di ITB. Menjalani profesi sebagai sales pada siang-malam hari dan menjadi mahasiswa di pagi hari bukanlah pekerjaan mudah, dicemooh teman karena saya harus selalu berpakaian rapih seperti salesman pada umumnya sudah menjadi hal yang biasa, terlebih waktu itu saya harus mengirit pengeluaran supaya dapat membayar tunggakan uang kuliah sebesar 12,5 juta rupiah per semester yang berarti harus bisa menabung sebesar 25 juta rupiah kurang dari 1 tahun, sungguh berat untuk seorang mahasiswa dan tenaga penjual. Desember 2010, dengan kegigihan dan doa saya berhasil melewati tantangan tersebut, saya pun mulai kembali fokus untuk menyelesaikan studi saya, disamping itu pengalaman dan hasil 1 tahun menjadi tenaga penjual membuat saya belajar tentang berkomunikasi dan kepemimpinan.

Mengejar ketertinggalan studi  mengharuskan saya mengambil kelas bersama adik kelas. Menjadi seorang yang harus mengambil kelas bersama adik kelasnya tidaklah mudah, stigma negatif tentang orang yang terlambat lulus kuliahnya sangatlah melekat erat pada mahasiswa ITB. Hal ini membuat saya harus berjuang sendiri selama 2,5 tahun untuk menyelesaikan studi saya, tidak ada lagi mahasiswa pintar yang bisa saya curi ilmunya.

Juni 2011, saya meninggalkan profesi tenaga penjual dan menjadi wirausahawan seutuhnya. Memimpin usaha dengan 10 karyawan pada saat itu sembari menamatkan studi memberi banyak pelajaran khususnya, tentang manajemen waktu.

26 Mei 2013, sidang sarjana saya di ITB, satu hari yang sangat sulit saya lupakan, tidak ada teman yang hadir maupun keluarga, pada saat itu saudara kembar saya sudah bersiap untuk berangkat kuliah ke negeri Belanda membuat tekanan pada diri saya menjadi lebih besar. Begitu besar tekanan saya untuk mendapat nilai A, karena nilai A tersebut yang dapat menjadi penyelamat saya untuk bisa mencapai IPK yang ideal untuk mendapatkan beasiswa perihal melanjutkan studi S2 saya dikemudian hari (jika Tuhan mengizinkan).

Berlian tidak dapat dibentuk tanpa tekanan yang besar, kalimat itu yang selalu saya ingat sebelum sidang, alhasil saya presentasikan hasil penelitian saya dengan percaya diri. Alhasil saya dapat mencapai target IPK ideal saya, tidak menjadi seorang cum laude, namun jika melihat kembali perjalanan studi S1 saya, sungguh sangatlah indah dan sulit untuk dipercaya.


Sungguh sebuah perjuangan studi S1 selama 6 tahun yang menarik dan penuh petualangan yang akan selalu dikenang, kisah yang selalu diceritakan saat saya diundang sebagai pembicara. Berharap cerita ini menjadi inspirasi bagi mereka yang merasa hilang harapan untuk sukses dan bagi saya untuk selalu diingatkan bahwa selalu ada harga yang harus dibayar untuk meraih kesuksesan, salah satunya adalah dengan berdedikasi pada karir yang kita jalani. 

Monday, April 14, 2014

Sepak Bola dan Pria : Cinta, Harapan, Agama, Kebersamaan, Depresi, Kesedihan dan Kegilaan. (1)

As a fan of a football team, musim 2013/2014 menjadi salah satu musim terburuk bagi saya sebagai penggemar setia A.C Milan sepanjang hidup saya. Saat tulisan ini ditulis memang A.C Milan masih menyisakan 5 pertandingan lagi untuk bisa lolos setidaknya ke kompetisi Liga Eropa, sebuah kompetisi “kelas dua” antar tim-tim di setiap liga eropa dengan perwakilannya.

Tulisan ini bukan tentang Milan, bukan tentang Liga Eropa, tulisan ini dibuat karena sebuah pertanyaan muncul, kenapa saya bisa begitu kecewa dengan sebuah hal yang pada sebenarnya tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan saya ? A.C Milan juara saya senang, tapi apakah berpengaruh banyak pada kehidupan saya ? Saya akui, tidak jawabannya. Sebaliknya saat A.C Milan menjadi Juara Liga Champions pada tahun 2002-03, 2006-07 saya ingat sekali ditengah keheningan malam saya melakukan ritual sujud syukur di depan televisi di ruang keluarga rumah saya, saya masih bisa merasakan tangis bahagia saya pada waktu itu, sebuah momen yang sangat spesial buat saya, 2002-03 kami juara setelah menaklukan Juventus yang bermain baik sepanjang kompetisi dan 2006-07 kami menang dengan membalaskan dendam kami kepada Liverpool setelah final yang menyakitkan pada 2004-05 dimana Milan harus takluk dalam adu penalti melawan Liverpool setelah memimpin 3-0 pada babak pertama.

2007 - Athens

Poin pentingnya adalah, kenapa saya menggunakan kata “kami” setiap saya bercerita tentang Milan, padahal saya sendiri tidak bermain bahkan tidak menjadi bagian manajemen dari A.C Milan, why ? Kenapa saya melakukan ritual sujud syukur, sebuah gerakan yang hanya ditujukan kepada Tuhan saya sebagai muslim ? Kenapa para pria rela bertengkar hanya karena berbeda kesukaan pada sebuah klub sepakbola ? Kenapa para pria rela habiskan duitnya hanya untuk yang berbau sepakbola ? Kenapa Pria rela mentelantarkan wanitanya hanya untuk nonton bareng bersama fans sepakbola lainnya ? Kenapa pria bisa menjadi setia (monogami) saat dia mencintai satu klub sepakbola, berbeda dengan di kehidupan nyata dimana pria seringkali tebar pesona pada setiap wanita yang ia temui ?


Tanyakan pada setiap wanita betapa bencinya mereka saat diduakan oleh sepakbola dan mereka akan menjawab dengan pertanyaan yang sama, “ Kenapa sepakbola ? “ sebuah pertanyaan tanda kebingungan yang jawabannya sendiri mereka tidak tahu.

Jawabannya bisa jadi :

  1. Pria menonton bola untuk hiburan
  2. Pria menonton bola untuk memenuhi kebutuhan psikologis
With all my respect, I’m going to answer all those questions, scientifically....

Sebuah disertasi pada tahun 1997 oleh Dr. Jeffrey James menjelaskan proses anak-anak menjadi fans sebuah olah raga. Kebanyakan dari anak-anak mulai memilih olah raga yang dia cintainya saat umur 8-9 tahun, dimana mereka sudah bisa merasakan sesuatu dengan emosional. Biasanya pada awalnya anak-anak akan lebih tertarik pada jenis olah raganya lalu tim olah raganya dan diakhiri oleh mengidolakan seorang atlit. Proses ini terjadi karena lingkungan khususnya keluarga, seorang anak juga bisa saja mencintai olah raga karena kondisi sosial lingkungannya mengharuskan dia memainkan olah raga tersebut untuk menjalin hubungan dengan teman-temannya dan juga ayahnya. Negeri paman sam dengan Basket dan American Footballnya dan Brazil dengan sepakbola indahnya.

Football is a means of male bonding. Ikatan yang kuat antara laki-laki dengan laki-laki kadang bisa muncul hanya karena mereka memiliki kesukaan pada klub sepakbola yang sama. Sepakbola juga bisa jadi menjembatani kebutuhan sosial para pria, lihat bagaimana para pria berbicara dalam grup bersama teman-temannya dengan semangat, sama seperti saat mereka membicarakan besar-kecilnya dada seorang wanita. Sekarang coba kita bayangkan jika para pria ini berteman layaknya wanita dengan sahabat wanitanya, aneh dan menjijikan bukan ? Hal ini juga terjadi pada social smokers dimana mereka merokok bersamaan berbicara hal-hal yang tidak perlu, mereka juga tahu bahwa merokok tidak sehat bagi mereka tapi jika kita cermati ternyata yang dipenuhi adalah kebutuhan sosialnya.

Bagaimana dengan fans karbitan ? sebuah istilah yang ditujukan kepada fans sepakbola yang sekedar ikut-ikutan saja atau biasa disebut glory hunter, biasanya fans-fans ini baru muncul mendukung pada tim yang sedang bermain bagus saja, tanpa paham betul apa arti sepakbola. Apakah salah ? saya rasa tidak dan semua klub sepakbola pun tahu bahwa fans karbitan bisa di-monetizing, coba lihat bagaimana F.C Barcelona dan Manchester City mendapatkan fans baru yang banyak dalam jangka waktu 5 tahun terakhir, begitu juga saat Chelsea dibeli Roman Abramovich dan menjadi Juara Liga Primer Inggris setelah puluhan tahun menunggu. Fans karbitan adalah keuntungan yang besar bagi setiap tim sepakbola.


Kenapa ada glory hunter ? secara ilmiah fenomena ini disebut BIRG atau Basking in Reflected Glory (http://www.people.vcu.edu/~jldavis/readings/Cialdini%20et%20al%201976%20birg.pdf ) . Dimana disaat tim yang kita sukai bermain baik dan menang, seorang fan akan merasakan kebahagiaan dan merasa hebat dan keesokan harinya para fans dari tim yang menang akan dengan bangganya menggunakan jersey dari tim kesayangan mereka untuk ditunjukkan kepada teman-temannya bahwa dia adalah bagian dari tim kesayangnnya tersebut. Bahkan ada sebuah penelitian yang mengatakan seorang pecinta sepakbola mood-nya akan membaik ketika timnya menang. Sebaliknya ada fenomena disebut CORF atau Cut Off Reflected Failure, ya setelah kalah dibantai beberapa fans akan mencari pembenaran. Nyebelin kan ? ya ini natural.

Pada olahraga Pemenang hanyalah 1 , Juara 2 adalah pecundang terbesar. Bagaimana dengan para fans yang tetap mencintai klub medioker dan klub-klub kecil ? Bagaimana fans Arsenal bisa tahan dengan 7 tahun tanpa gelar ? Kenapa beberapa Juventini tetap setia walau sempat bermain di serie B ? Kenapa bobotoh persib tetap cinta mati dengan maung bandung saat mereka terancam degradasi ?

Saat West Ham tertinggal 6-0 dari Manchester City fansnya menyanyikan yel-yel yang berbunyi “ LET’S PRETEND WE SCORED A GOAL ! “ , bernada menjelek-jelekkan diri sendiri, West Ham dengan pendukungnya yang sangat fanatik. Kenapa ini bisa terjadi ? Masochist ! ( Masochism ). Hidup untuk menderita. Well, akui sajalah memang beberapa orang sangat suka untuk disakiti atau diejek-ejek. Bahasa simpelnya beberapa orang memang suka untuk galau dan merasa bersedih, beberapa orang menemukan kepuasan tersendiri saat mereka bersedih. Menariknya dalam sepakbola sedih, galau dan tersiksanya mereka saat timnya tidak juara atau kalah dengan mengenaskan itu tidak akan berpengaruh banyak kepadanya, toh setelah timnya kalah kehidupannya tetap begitu saja dan karirnya pun tidak terpengaruh. Sebuah cara yang aman untuk bersedih dan menghilangkan kebosanan akan hidup yang terlalu datar. Bisa survive dari rasa sakit dan sedih itu menjadi pencapaian hebat bagi beberapa pribadi.

Tidak setuju ? Memang tidak semuanya....

Pada intinya sepakbola memberikan harapan tanpa harus menanggung risiko bila harapannya tersebut tidak tercapai. Pernah dengar beberapa fans klub bola berteriak “ Next year is our year !! “ walau timnya sedang terpuruk mereka tetap berteriak dengan penuh harapan bahwa timnya bisa juara di musim depan, beberapa diantara mereka bertahan lebih dari 5 tahun dengan meneriakkan kata yang sama tiap tahunnya. Saat timnya kalah dan tidak menjadi juara, siapa yang bertanggung jawab ? bukan fans, tapi manager dan pemainlah yang dipecat. Ya, sepakbola menawarkan kekuasaan tanpa tanggung jawab tersendiri bagi beberapa orang, saat menang para fans merasa mereka turut serta membantu timnya juara dan saat kalah mereka menyalahkan pelatih dan para pemain. Pria terlalu banyak dibebani tanggung jawab dalam hidupnya, kapan lagi mereka bisa menggantungkan harapan dan bila gagal tidak harus menanggung risiko ?

Para pria mungkin sudah jenuh dengan rutinitasnya memenuhi tanggung jawab kehidupannya sebagai pria dewasa dan beberapa penelitian membuktikan bahwa menonton sepakbola menjadi pelarian terbaik untuk mereka apalagi bila dilakukan bersama-sama dengan temannya, secara tidak sadar para pria menikmati waktu-waktunya seperti saat mereka masih anak-anak/remaja, bercanda tawa tanpa beban, melepaskan semuanya pada 90 menit pertandingan.



Sepakbola juga bisa menjadi pelarian para pria dari wanitanya, kami para pria tahu bahwa sangat sedikit wanita yang suka sepak bola, menikmati beberapa menit tanpa interupsi dari pasangannya karena setiap pria membutuhkan waktu khusus. Pria tetap bisa menjadi pria seperti aslinya yang sering bertindak bodoh tanpa logika saat menjadi fans sepak bola.

Jadi pilih mana ? Pria yang mencari pelarian ke wanita lain atau sepak bola...


Tunggu postingan saya berikutnya masih seputar men’s behavior terhadap sepak bola, riset kualitatif dulu yaa....

Ini rekomendasi dari saya sebuah film yang sangat menarik yang menggambarkan kehidupan fans sepak bola. ( Lumayan looh buat yang lagi tes IELTS atau TOEFL sekalian latihan listening akses british )

Saturday, September 14, 2013

Path of Life


I took this picture from 9GAG ( http://9gag.com/gag/aBKWNB2 ), somehow I feel emotionally connected with the content. 

Well, based on my observation, most of us usually choose the job which "socially acceptable" by the circle in order to get fit in with society, even though some of us are not and would rather to become the "freaky one".

Having a freedom to do and choose what we love is just alike living in dreams. We may face the cumbersome truth that we might be rejected by the society when we are not following the "unwritten rule & values", but it's worth to fighting for it as long as we respect to people whose have different perspective with us.

By the way, here's a quote from Steve Jobs....




( You don't wanna get trapped all the time by the job which you have no passion on it ? do you ? or you might be the one who just want to get fit in with the society no matter how bad is your job ? Aren't you ? )

We might choose by ourself which path of life that we want to comply, kind of job that we will work on it for the rest of our life, which girl we would like to marry, etc. yet we must keep in our mind that to become a productive person is a must. All in all, Love what we do and do what we love, FIGHT for it !!

Que sera sera, whatever will be will be.... the future's not ours to see... Que sera sera... What will be, will be

Monday, November 19, 2012

Tips Membangun Usaha Kecil Menengah

1. Milikilah Business Plan dengan penjelasan profil singkat bisnis, target pasar, proyeksi keuangan dan struktur organisasi 

2.Business Plan pastikan di desain sebaik mungkin. Buatlah seindah mungkin dan seprofesional mungkin. Jangan pakai M. Word Polos

3. Contoh Business Plan bisa dilihat di website  , untuk presentasi ke investor pastikan dibuat lebih singkat 

4. Selalu miliki prototype produk kita untuk ditunjukkan ke Investor maupun pembeli, ini lebih bervisi dan lebih "kebayang" 

5. Tidak disarankan untuk usaha kecil yang baru berjalan 100% modalnya dari kredit Bank, berjuanglah untuk dapat investor

6. Jangan sungkan untuk menetapkan gaji untuk kita sendiri dan memberikan seluruh dividen kepada investor sampai modalnya kembali 

7. Gw sendiri sampai saat ini digaji + bonus sama usaha gw sendiri, gak masalah yang penting investor happy 

8. Setelah modal yang dipinjamkan investor balik semua, barulah kita dapat bagian saham, kalau bisa diatas 51%. Tuliskan dikontrak

9. Pastikan kita tahu berapa revenue yang dibutuhkan untuk BEP , BEP itu kondisi impas pemasukan sama pengeluaran operasional

10. BEP itu bukan balik modal, okeeh... jangan sampai diketawain sama investor , pelajari akuntansi dasar 

11. Tagih piutang secepatnya dan bayar ke vendor selambat-lambatnya selama cash masih bisa diputar untuk keperluan lain

12. Untuk usaha baru pastikan gak langsung mengangkat karyawan tetap, beri waktu 3-6 bulan untuk training, fee disesuaikan 

13. Jangan malu untuk kenalkan bisnis dan produk dari usaha kita kepada keluarga, kerabat dan relasi kita, minta feedbacknya

14. Jangan lupakan Branding, Sederhananya dapat dimulai dengan mengkomunikasikan produk dan produk yang berkualitas 

15. Kenali jalur distribusi untuk memasarkan produk kita, perbanyak relasi dan jaga hubungan baik dengan para penjual 

Monday, February 6, 2012

Kunjugan Ke Restoran Sushi "T" [ PART 2 ]


okeeey, seperti yang ada di bagian pertama Master Franchise sushi "T" ini memang memberikan kebebasan kepada owner franchise nya untuk mengambangkan bisnisnya walau gak semuanya bebas siih. Gw gak akan share semuanya karena ada beberapa yang rahasia , bener-bener rahasia. Terus yang gw share ini Key Success Factornya secara umum restoran berkelas seperti sushi "T" :

1. Miliki Good Relationship dengan Master Franchise, mereka bukan robot mereka juga manusia walau bersistem segalanya bisa berubah kalau kita bisa benar-benar menyakinkan mereka untuk support kita lebih banyak untuk bisnis kita kedepannya.

2. Jangan selalu lari ke Bank untuk permodalan, Join Venture lebih baik dan gunakan "uang dingin" untuk memulai usaha kita.

3. Jangan senang dengan turn over barang yang cepat ( sales barang tinggi ) tapi profit margin rendah karena itu akan membuat usaha kita terus bleeding untuk memenuhi kebutuhan operasional dan mendapatkan profit yang bagus , carilah solusinya karena harga murah/diskon yang kita kasih itu sebetulnya "COST" yang menggerogoti usaha kita. Salah satu cara termudah adalah fokuslah dengan target market kita.

4. Saat pertama mulai usaha pakailah kekuatan WOMM ( Word of Mouth Marketing ) maksudnya mulut kemulut mulai dari saudara dan kerabat. Pada kasus ini Mr.X dan owner lainnya rajin banget sampai beberapa hari berturut-turut neleponin semua daftar namanya satu-satu hanya untuk datang ke restorannya.

5. Gain trust dari customer, layanilah dengan kesederhanaan dan keramah tamahan. Satu hal yang paling gw suka adalah di sushi "T" ini saat lo bertanya kepada pelayannya apa makanan yang paling enak ? mereka tidak akan menunjuk satu menu yang paling mahal melainkan menggali keinginan dan kesukaan customer sehingga customer akan mendapatkan sesuai seperti yang mereka inginkan tanpa rasa tertekan untuk membeli. ( Educating your Customer about your product )

6. know your Driving Force , apa hal yang membuat customer datang kepada kita itu harus kita ketahui. Pintarnya Sushi "T" cabang Bandung ini sering membuka tour membuat sushi untuk anak berumur 3-6 tahun, akhirnya setelah sang anak pulang dari tour membuat sushi tersebut ia akan mengajak ibu dan ayahnya untuk makan ke sushi "T" setiap minggunya. Dalam hal ini mereka membuat connection dan engagement yang emosional terhadap customer dan driving force nya.

7. Tertib administrasi ! bahkan sang owner pun gak pernah dapat kursi spesial apalagi diskon spesial saat masuk ke restoran miliknya sendiri. Dropping Name ( bawa-bawa nama yang punya ) pun tidak ia terima , jadi mau gak mau walau sudah kenal gak akan dapat diskon. Kenapa ? karena kedisiplinan ini menular dan sebagai pebisnis harus menghargai bisnisnya sendiri, bahkan ia tidak keberatan bila disuruh mengantri untuk sekedar dapat tempat duduk di restoran miliknya sendiri.

8. Miliki performance appraisal untuk karyawan kita dan untuk kita sendiri, supaya apa ? supaya semua pekerjaan terukur dengan jelas, bisa pakai Key performance indicator atau Balance Score Card. Saat performance appraisal jangan lupa untuk konseling mereka dan jelaskan personal development plan mereka ( jenjang karir mereka dan apa yang dibutuhkan untuk naik ke posisi yang lebih bagus )

9. Pastikan gambar yang ada di Menu bentuknya lebih BESAR untuk produk yang kita targetkan untuk terjual lebih banyak, tinggal dipraktekan saja.

10. Untuk urusan desain tempat dan daftar menu serahkan pada desainer, karena desainer adalah perwakilan dari customer. Kalau punya modal pakailah desainer yang memang sudah oke dalam membuat hal-hal tersebut

11. Evaluasi penjualan produk, catat sales record dan buatlah pengembangan produk per 3 atau 6 bulan selain itu gantilah 20 % produk yang terbawah yang paling rendah penjualannya.

12. Kunci penting dalam berwirausaha Kuliner --> Makanan, Hygiene , Service dan ambience . Kalau mau tahu ambience itu apa, coba deh masuk ke Restoran Sushi "T" ini, Nah itulah ambience, paduan dekorasi yang bagus, kenyamanan pelayanan, tempat duduknya enak gak bikin pegel dan bersih ( Feels like home )

13. Belilah bahan baku dalam jumlah banyak tapi janganlah gegabah, untuk itu pastikan sales record kita terperinci jadi kita tahu apa saja bahan baku yang benar-benar kita harus beli dalam jumlah banyak dan habis secepatnya. Kenapa ? supaya kita gak terus berdarah-darah ningkatin sales mati-matian hanya untuk BEP dengan margin yang kecil banget

14. Harus siap turn over karyawan.. siapin mental kalau ada karyawan yang kabur

15. Kerja Keras untuk 2 tahun pertama, utamakan dividen yang ada untuk pertumbuhan usaha sampai usaha tersebut tidak perlu sokongan dana dari luar. Kurangi zona nyaman dan terus evaluasi bisnis kita sampai benar-benar kita ahli di Bisnis tersebut.


nah bagi yang mau tahu restoran sushi "T" dan si Mr. X ini mukanya seperti apa, ini saya lampirkan fotonya ya, tebak-tebak sendiri aja. Puas kan ? Puas yeee.. semoga bermanfaat tips-tipsnya buat teman-teman.

Kunjugan Ke Restoran Sushi "T" [ PART 1 ]

6 Februari 2012 - Tiba-tiba mendadak dapat kabar kalau ada mentoring bareng owner Restoran Sushi Terkenal , sebut saja Sushi " T " ( Obvious banget yaak ). Pokoknya restoran sushi eksklusif itu loh yang terkadang mau masuknya aja segen ( kalau ngerasa ndeso ) . Sushi "T" ini sangat well known dikalangan Young Executive di Bandung, karena sushinya enak dan tempatnya yang cozy banget. Mentoring dimulai jam 4 dan syukur gw datang tepat waktu pesertanya ada belasan orang setengahnya adalah mahasiswa MBA-ITB ( S2 ). Gw sempet kaget melihat owner sushi "T" ini ternyata orangnya mempunyai pembawaan sederhana ( walau pegang iphone terbaru ) dan sangat ramah, setelah basa-basi sedikit akhirnya dia membuka sedikit cerita perjuangannya dan sedikit kunci suksesnya kepada kami.

Sushi "T" ini adalah perusahaan franchise yang sudah besar diluar negeri sana dengan kantor utamanya yang berada di Singapore untuk regional ASEAN. Jadi orang yang kami temui ini ( sebut saja Mr. "X" (basi banget daah )) adalah owner se-Bandung Raya nya sushi "T". Bermula dari kesukaannya terhadap sushi namun karena tidak memiliki keahlian untuk membuat sushi dan knowledge yang terbatas tentang sushi ia pun memberanikan diri untuk coba menggaet Franchise yang sudah besar dan tidak tanggung-tanggung ia pun menargetkan sushi "T" sebagai incarannya. Langsung ia kumpulkan teman-temannya yang siap membantu bekerja sama mengumpulkan modal bersama, ia pun mempertaruhkan rumah 1-1 nya untuk mewujudkan impiannya membuka restoran sushi ( bukan di gadai melainkan di JUAL ). Akhirnya ia pun tinggal di rumah orang tua nya padahal pada saat itu ia sudah menikah dan hidup sudah cukup nyaman karena ia sendiri menjabat sebagai karyawan senior di perusahaan garmen yang sudah cukup besar di Bandung.

Namun apa daya ternyata Master Franchise Sushi "T" tidak langsung memberikannya izin kepadanya dengan alasan bahwa market Bandung tidaklah sebagus Jakarta ( Bandung tahun 2002 ) . Akhirnya selama 8 bulan Mr.X ini melakukan market research yang cukup gokil menurut gw, selama 8 bulan berturut-turut ia bersama beberapa teman yang menjadi owner sushi "T" Bandung melakukan observasi ke Direct competitornya ke beberapa restoran yang berpotensi menjadi kompetitornya kelak. Mereka tidak hanya mengamati restoran-restoran tersebut, bahkan makan di tempat kompetitornya dan juga mengambil data tentang shopper behaviour nya dengan cara observasi langsung oleh mereka sendiri.

Akhirnya setelah yakin dengan Market Analysis mereka + Business Plan mereka , akhirnya mereka maju lagi ke Master Franchise Sushi "T" ini, mereka pun meyakinkan kepada Master Franchise tersebut dan BAAMMMM !! mereka dapat license dan izinnya. ( Sekedar info , Master Franchise Sushi "T" ini gak saklek, asal idiologi, system dan quality product & service sama kita boleh berkreasi dengan franchise nya looh, intinya kita punya kebebasan dalam menjalankan bisnis waralabanya ).

Akhirnya mereka pun mulai membangun restoran Sushi "T" tersebut di Jalan Sumatra ( Ketauan deeh ) , biayanya Milyaran ( Tahun 2002 ) dan saking besarnya modal yang mereka keluarkan habislah uang mereka. Bingung mau rekrut chef dan karyawan lainnya. Akhirnya Mr.X dan co-ownernya ini membuat interview karyawan sendiri ( jadi HRD )dan di awal mereka buka mereka sudah mempekerjakan 70 orang , kebayang gak tuh KEPEPETnya ?


naaahh... kenapa mereka bisa sukses dan melahirkan anak franchise yang sama di Bandung, bahkan lisensi pepper lunch pun punya mereka, bisa di cek di PART 2 yaa :)

Saturday, February 4, 2012

Melek Finansial - PART 2

Bagi gw MELEK FINANSIAL itu perlu dan gw paling kesel kalau ada orang yang gak melek finansial eh dia ngotot dengan argumennya, Kenapa ? kalau kita gak melek finansial dari sekarang yang ada malah nyusahin keluarga, gak mau kan ?

Terus menurut lo gil indikator melek finansial itu gimana ?

By the way gw bukan perencana keuangan tapi gw tetap merencanakan keuangan gw bahkan pensiun gw udah gw rencanain dari sekarang ( umur gw 22 tahun dan niat pensiun diumur 40 tahun ) . Pastinjaaa... harus ngerti produk keuangan dan mulai investasi sejak dini.

Gw sedikit curhat aja nih, kesel banget gak lo kalau ketemu orang tua yang punya anak padahal dia sendiri bakal pensiun dalam waktu 5 – 10 tahun lagi tapi gak pernah mau mulai investasi, kerjaannya nabuuunnng mulu , itu uang abis digerus inflasi kagak sadar-sadar si doi. Rumah Cuma 1 selain itu aset apalagi yang dia punya ? gak adaaaaaa..... Gubrak padahal penghasilannya lumayan bisa nyicil rumah sederhana satu lagi buat asetnya, Cuma si doi ini hobi bener nabungnyee kencenggg.

Gak cukup nabung bagi gw, harus investasi demi masa depan keluarga kita dari mulai risiko paling rendah pakai DEPOSITO dan jaga nilai Aset bisa pakai GOLD ( bisa dicicil ) , GOLD naiknya lumayan loh daripada nabung malah minus kena inflasi. Setelah itu bisa pakai REKSADANA, bisa nyicil dari 150rb/bulan , kgk susah kan ?

Nah kembali ke kasus sebelumnya, si alex ini orangnya hobi nabung udah gitu tabungannya kecil dia juga gak pernah ngatur porsi keuangannya dan orangnya terkenal boros karena lifestyle di kantornya yang menuntut dia untuk hidup boros. Si Budi ini orangnya hemat tapi bukan hemat yang tolol ( sadiisss bahasanya ) dia hematnya pinter dan dia pun selalu menggabungkan incomenya bersama istrinya, hebatnya istrinya rela uangnya disatukan dengan penghasilan suami dan dijadikan satu manajemen keuangan yaitu KEUANGAN KELUARGA BUDI. Setelah itu si Budi ini pinter investasi dia cerita kalau dia menyiapkan dana pendidikan untuk anaknya memakai GOLD + Asuransi Pendidikan , sedangkan untuk persiapan kuliah anaknya dia pakai reksadana moderat. Semenjak awal membangun keluarga pasutri budi dan istrinya ini sudah komitmen 20 – 25 % penghasilannya dijadikan investasi dengan cicilan properti dan kendaraan tidak pernah lebih dari 30% lifestyle gak sederhana sengsara banget tapi hemat minimalis.

Untuk Dana Liburan biasanya si Budi ini pakai Deposito dan untuk target liburan jangka panjang dia pakai reksadana benar-benar perencanaan yang SMART. Si Budi ini juga selalu memilih mobil jepang Toyota dibandingkan si Alex yang pakai mobil eropa, untungnya si Budi ini nilai asetnya selalu terjaga.

Kira-kira kalau disuruh milih, pilih mana hayo.. pasti pilih Penghasilan Alex dengan Manajemen keuangan seperti Budi kan ?

Menarik memang menilik kehidupan middle class. Middle class itu tulang punggung negara jangan sampai rusak karena hanya gak MELEK FINANSIAL.

Melek Finansial – PART 1

Gw yakin pasti bukan gw aja yang ngelihat bahwa banyak banget orang di sekitar kita yang bisa nenteng gadget keren, anak muda bermobil sampai ibu-ibu yang sekali belanja fashion sampai 20 – 30 juta. Gw jadi teringat waktu gw bawa tim bisnis gw jalan-jalan ke ZARA untuk riset pasar dan riset produk, salah satu tim gw ada yang kaget karena ngeliat emak-emak yang bawa belanjaan penuh dikedua tangannya berisikan tumpukan pakaian yang 1 piece nya aja udah nembus 700 rb an belum lagi anaknya juga belanja seabreg-abreg. Bisa dibilang boros gak ? berlebihan ? belum tentu ya karena taraf tiap orang beda-beda dan gw salah satu orang yang gak suka ngejudge orang sedangkal itu.

Anyway... #GDP Indonesia tahun 2012 ini bakal nyentuh 3500 USD which means setiap per kapita punya pendapatan 3500 USD pertahun itulah kenapa daya beli masyarakat indonesia ini kuat banget dan mereka inilah yang disebut kelas menengah. Nah cuman kenapa ya gw sering ngeliat banyak banget golongan kelas menegah yang waktu pensiunnya menyedihkan banget bahkan ada yang gak mau berhenti kerja padahal udah waktunya pensiun.

Nah gw ada cerita waktu itu sempat bertemu dengan seorang assistent manager lulusan dari kampus yang sama seperti kampus gw sebut saja alex, kampus gajah duduk gitu loohh... multinasional company gitu looh gajinya 20 jutaan udah kerja puluhan tahun waktu itu gw pikir cukup mapan nih orang tapi hal yang paling bikin gw kaget dia curhat kalau haji aja gak sanggup dan mau nyekolahin anak aja mikir-mikir, WHAT THE HELL ????

Disisi lain gw juga pernah ketemu seorang employee sebut saja budi cuman gw rada lupa jabatannya apa yang pasti umur sama seperti si assistent manager yang tadi, penghasilannya gak begitu wah 11 jutaan dan istrinya guru di salah satu sekolah negeri favorit punya penghasilan sekitar 3 jutaan , berarti kalau join income 14 jutaan perbulan. Kenapa gw bisa tau ? karena gw nanya , rada brutal emang namanya juga mahasiswa kan cari info kerja, ya nggak ?

Yang menariknya yg 19jt tadi ribet banget mau nyekolahin anaknya ke PTN lewat jalur khusus negeri eh yang ke-2 yang penghasilannya dibawah yang pertama dia malah udah haji bareng istrinya, bawa ortu + mertuanya pula dan siap menyekolahkan anaknya, akhirnya gw menemukan sesuatu yang akhirnya membuka paradigma gw sampai saat ini yaitu yang satu MELEK FINANSIAL dan yang satunya lagi GAK MELEK FINANSIAL. ( PART – 2 )

Wednesday, November 16, 2011

Pandanganku Terhadap Unique Selling Point

Sebuah bisnis yang bertahan lama pastinya sangat dipengaruhi keunikannya pula. Unik berarti kita gak harus berebutan kue pasar dengan kompetitor yang sudah menguasai pasar tersebut. Namun unik tidak harus selalu barang dengan bentuk dan imajinasi yang aneh-aneh. Seringkali barang yang terlalu unik sulit sekali untuk dijual bahkan karena terlalu uniknya orang bingung kalau sudah dibeli barangnya mau dipakai untuk apa ?

KISS - Keep it Simple Stupid ! ( saya lupa yang mengeluarkan istilah ini ) unik itu bagus namun produk harus make sense dipakai dan di repeat order oleh customer kita. Unique Selling Point sebuah bisnis itu bisa ada di 3 hal yang pertama di Produk, Service dan Cara kita menjalankan bisnisnya. Jadi gak harus di produk nya terus , kecuali kalau bisnis kita memang product oriented.

Salah satunya waktu itu saya pernah membeli ice cream di sekitaran Bukit Bintang di Malaysia. Alasan saya membeli ice cream nya hanya karena yang buat ice cream nya sembari diiringi musik dan tarian ( kalau gak salah gaya turki begitu deh ) pada akhirnya gak cuma saya dan keluarga yang beli ice cream tersebut tapi orang lain yang menonton pun ikut beli. Waktu dicoba ice creamnya gak mengecewakan, rasanya enak tapi biasa saja tidak ada bedanya dengan ice cream lainnya. Poin pentingnya si pedagang ice cream tersebut punya unique selling point pada saat ia mendeliverykan produknya.

Ada lagi sebuah perusahaan IT di Amerika ( saya lupa namanya ), mereka ini unik dari segi menjalankan bisnisnya semua karyawannya boleh berpakaian bebas, jam kerja bebas asal kerjaan beres bahkan saat penerimaan karyawannya pun ada games tembak-tembakan dan naik gunung. Unik bukan ?

Makin kita punya identitas pada usaha kita makin berkarakter pula usaha kita dan siap untuk menghadapi gelombang-gelombang pasang surut dalam dunia usaha, karena karakter usaha yang kuat memungkinkan kita untuk selalu mendapatkan tempat di benak konsumen dan mitra usaha kita. Apapun itu seunik apapun bisnis anda pastikan sesuai dengan value pada bisnis kita sesuai visi dan pastinya ada manfaat bukan sekedar cari sensai :) . good luck !

Saturday, November 12, 2011

Ide Bisnis Gagal ? Kenapa ?

Siapa yang sering dengar ide-ide bisnis yang bagus tapi tidak pernah terlaksana ? pasti banyak bukan ? salah satunya kita sendiri mungkin pernah mengalami hal yang sama, betul ? saya pun juga begitu. Ide itu aset pertama kita, semua pebisnis besar mulai dari pikirannya yaitu IDE nya yang diiringi action. Hanya saja mereka mau mencari solusinya sedangkan beberapa dari kita berhenti di tengah jalan karena merasa tidak mendapat solusinya.

Menjadi Entrepreneur itu pada dasarnya harus inisiatif mencari ilmu gak selalu dicekokin arahan terus sama mentor nya karena kalau seperti itu lebih cocok menjadi employee. Saya coba papar beberapa faktor yang biasanya membuat ide bisnis tidak menjadi kenyataan berdasarkan pengalaman saya :

1.Killer Costs

Ini bukan modal tapi killer costs ini masuk kepada biaya operasional disaat nanti kita menjalankan bisnisnya, kenapa modal tidak termasuk masalah besar ? Justru modal itu problem paling gampang, banyak seminar yang memberi tahu caranya mencari modal gak pakai lama kok kita bisa cari investor (bagi hasil) atau pinjam ke bank.

Nah killer costs ini biasanya muncul karena kesalahan perencanaan yang biasanya didasari kurangnya pengalaman dan hal yang perlu kita ketahui bahwa investor dan bank tidak suka dengan bisnis yang mempunyai pengeluaran yang besar per bulannya karena bisa sangat berisiko bagi mereka.

Misalnya saat saya mengawali bisnis sepatu saya, saya tidak langsung membangun bengkel sendiri, kenapa ? karena dengan membangun bengkel sendiri saya akan menanggung pengeluaran dari gaji karyawan yang sangat besar nah dari situ saya bisa memotong pengeluaran bisnis saya.

Tips : selalu cari cara untuk menutup kebocoran keuangan bisnis kita dan Buatlah perkiraan neraca diatas asumsi yang ada , misalnya dilapangan pengeluaran dalam 1 bulan bisa Rp. 10.000.000 nah di neraca asumsi kita bisa tulis Rp. 12.000.000 atau Rp. 13.000.000 jadi investor dan kita sendiri gak kaget kalau biayanya tiba-tiba meledak atau naik.

2. Tidak ada Sumber Daya Manusia

Ada 2 hal yang sumber penyebabnya :

a. Sumber Daya Manusia nya pada kabur

b. Belum dapat sumber daya yang cukup

Untuk masalah SDM yang poin A saya rasa saya sendiri belum berintegritas untuk menjelaskannya kita perlu belajar leadership lebih banyak dilapangan karena poin pentingnya ada di leadership kita sebagai leader saran saya membaca buku-buku John C. Maxwell bisa menjadi pilihat paling tepat untuk mempelajari leadership.

Nah untuk poin B problemnya biasanya karena kita tidak mau mencari dan berjuang untuk menemukan SDM atau perkiraan yang kita buat tentang kebutuhan SDM yang dibutuhkan untuk usaha kita terlalu banyak. Sadari bahwa kita juga termasuk SDM pada usaha kita sendiri dan pastikan kita juga mau belajar untuk mengerti usaha kita sendiri, saya sendiri bukan wanita tapi usaha saya di bidang sepatu wanita. Suka gak suka mau gak mau kita memang harus mau nyebur dan belajar terus sampai ahli dan bisa diteruskan oleh tim bisnis kita dikemudian hari.

3. Kesalahan Menganalisa Pasar

Ini biasanya sindrom “Blind Marketing” yang hinggap pada orang ber-ego tinggi seperti saya dahulu. Apa sih sebetulnya bentuk penyakit “blind marketing” ? Biasanya terjadi pada entrepreneur yang meriset pasar hanya dengan sepengetahuan dia saja. Misal, saya dulu pernah berpikir bahwa pelanggan saya itu suka sekali dengan wedges maka dari itu saya buat sepatu ready stock berbentuk wedges ternyata meleset customer suka dengan produk flat shoes, kenapa ? karena saya hanya riset pasar menggunakan bola mata saya sendiri, gak jauh beda sama kuda yang dipasangin kaca mata kuda deh.

Pada tulisan saya tentang Entrepreneur’s atittude salah satu karakter yang dimiliki entrepreneur adalah people oriented. Nah market kita orang bukan ? bukan genderuwo, kuntil anak atau pocong sebagainya. Kita harus mengerti market-market kita dengan cara apa ? mengenalnya , mengajak ngobrol dan mengetahui kebiasaan-kebiasaan mereka sama seperti saat kita PDKT sama orang yang kita suka, kalau udah dapat hatinya ditembak pasti dapet kan ? kemungkinan besar jadi pacar bener gak ?

Nah tips dari saya coba kita perhatikan poin-poin ini :

a. Ketahui benar-benar siapa target market kita ( umur , kebiasaan, pekerjaan , kebiasaan dalam mengeluarkan uang, budaya dll. )

b. Pastikan “permintaan” dari pasar terhadap produk semacam yang kita buat itu sustainable jadi bukan “musiman”

c. Pricing yang “tepat” . Terlalu murah jadi murahan terlalu mahal gak ada yang beli. Coba berbicara dengan orang-orang yang sesuai dengan target market kita karena mereka yang tahu jawabannya.

4. Kurang Memiliki Keunikan

Nah unik disini tidak harus unik pada bentuk barangnya saja, namun unik dalam cara menjual, cara membuat, mengiklankannya dll. Hal ini saya bahas di tulisan saya berikutnya tentang USP ( Unique Selling Point ) siapa tahu bisa bermanfaat buat kita semua ya.

Thursday, November 10, 2011

2011 Sebentar Lagi Berakhir

Bisnis Vs Karyawan


Gak ada yang salah diantara kedua nya , inilah hal yang pasti pada kedua profesi tersebut:

1. DUA-DUA NYA PASTI BISA BIKIN KITA SUKSES !
asal terus belajar, kerja keras, banyak doa dan sedekah

2. DUA-DUA NYA BUTUH KERJA KERAS KALAU MAU SUKSES !
pahami harga yang harus dibayar oleh kita

3. DUA-DUANYA MEMILIKI PENGHASILAN YANG PASTI
asal punya ilmunya , mau belajar dan kerja keras

sekarang tinggal pilih salah satu jalan mana yang mau anda pilih ?
yang beda hanyalah yang satu ngatur-ngatur orang yang satunya lagi diatur-atur orang
diantara kedua hal tersebut tidak ada yang hina dan tidak ada yang dihinakan
semua bagus halal kalau dijalani dengan mulia.

Bisnis Versus Kuliah

Teringat beberapa hari yang lalu seorang paman mengingatkan saya seperti ini, “ Jangan kecanduan bisnis nanti lupa sama kuliahnya “. Pernah juga seseorang berkata kepada saya “ Sudah bisnis nya di stop dulu kuliah dulu saja fokus selesaikan “. Bagi teman-teman yang membaca blog saya, coba posisikan diri di posisi saya, dari usaha saya ada belasan orang yang tadinya gak bisa makan jadi bisa makan belum lagi anak ,istri dan orang tua mereka berarti totalnya ada puluhan ? betul ? kira-kira bisa gak bisnisnya langsung di stop ?

Ada yang jawab susah ada yang jawab gak bisa. Kalau saya pilih jawab tidak bisa, bukan berarti saya tidak menghargai kuliah saya karena memang tidak ada hubungannya kecepatan lulus sarjana dengan kesuksesan bisnis saya. Ilmu nya yang penting, justru dengan saya kuliah di cicil ilmu nya makin banyak makin ter update dan makin paten.

Saya yakin ada beberapa dari kita yang mengalami hal yang sama. Prinsip saya berikan gelar Sarjana harus dan wajib karena hubungannya dengan kebahagiaan orang tua walau saya sendiri tidak termotivasi untuk kesana tapi faktor orang tua lah yang memotivasi saya selama ini siapa tahu doa nya makin lancar untuk kesuksesan di bisnis saya.

Apa untungnya bisnis saat kuliah ? yang saya rasakan bahwa saya gak pernah jadi ego dengan gelar yang saya punya , wong gelar saja belum punya ! Banyak loh yang mau bisnis takut gagal kenapa coba ? Malu salah karena sudah Cum Laude dan S1 dari Perguruan Tinggi ternama ( gak semua yaa..). Saya pribadi dengan merasa diri saya masih mahasiswa selalu menempatkan diri dalam posisi mendengarkan untuk belajar. Belajar dari siapa ? Mentor dan praktisi ! kenapa harus Mentor dan praktisi ? supaya jalannya bener gak melenceng-melenceng. Kalau saya dengarkan paman saya yang bukan wirausaha bisa kacau hidup saya , kenapa ? karena memang beliau tidak bergerak di bidang wirausaha, sama halnya kita ingin belajar matematika tapi nanyanya ke guru Kesenian bisa-bisa salah jalur kita.

Intinya, tidak ada konflik kepentingan pada Bisnis dengan kuliah kita selama kita yakin itu baik buat kita kenapa enggak ? tetap cari solusi yang terbaik jangan sampai mengorbankan salah satu nya, saya sendiri tetap kuliah dan menjalankan bisnis. Sesuaikan dengan kondisi kita yang penting jangan cari-cari alasan kalau bisnis terkorbankan karena kuliah. Sesungguhnya kuliah itu tidak sibuk dan tidak menghabiskan waktu.

Tuesday, November 8, 2011

Entrepreneur's Atittude [PART2]

Saya mau lanjut Part 2 nya nih tentang Entrepreneur’s Atittude. Sebelumnya saya beritahu kepada teman-teman yang membaca blog saya tidak usah heran terkadang postingan saya ngawur gak jelas kadang serius gak ketulungan karena itulah saya, Entrepreneur memiliki sisi eksentrik karena mereka sudah mengetahui diferensiasi tidak hanya di produk dagangnnya saja, begitu juga dengan karakternya.

Yang belum baca part 1 nya monggo di klik link berikut PART1

Oke kita lanjut yaa...


5. Kemampuan Melihat Gambaran Besar

Seorang Entrepreneur harus dapat melihat sebuah keputusan dengan sudut pandang yang holistik, maksudnya ? Satu keputusan harus kita lihat dari 4 pilar bisnis yaitu dari segi Finance ( Keuangan ), Marketing ( Pemasaran ), Operational ( Operasional ) & HumanResource ( Sumber Daya Manusia ). Misal saat saya ingin meluncurkan suatu produk saya harus memikirkan juga dari segi investasi, cara promosi, produksi, waktu pembuatan dan pekerja + sales representative yang mendukung kesuksesan dari produk yang saya keluarkan. Terkesan otak kiri banget, memang betul namun bila kita sering berlatih, membaca buku dan apalagi memiliki mentor yang berpengalaman gak perlu lama kurang dari 1 minggu kita bisa buat gebrakan dari keputusan yang kita buat.


6. People Person

Mau jadi nelayan, mau jadi orang tambang ujung-ujungnya ketemu Orang dan Cari Orang, betul ? Nah sebagai pebisnis sangatlah dituntut untuk fleksibel saat bertemu orang lain tidak perlu supel yang serba lebay dan SKSD, namun pebisnis haruslah ramah segarang apapun muka kita.

Entrepreneur sejati benar-benar memperhatikan hubungan khususnya kepada Investor, Tim Bisnis, Supplier dan Customer. Jalinlah hubungan dengan tulus jangan terus mengungkung diri, jalinlah hubungan dengan siapapun selain menambah pahala bisa juga jadi saluran rezeki dikemudian hari.

Tips : Belajarlah mengucapkan kata-kata ini bila ingin jadi Entrepreneur apapun kondisinya mau bete atau dimarahin customer : Maaf , Terima Kasih , Halo , Selamat pagi/siang/sore/malam, apa kabar, terima kasih atas masukannya, masukan anda memang sangat bermanfaat bagi kami, apa yang bisa kami bantu, anda memang hebat, wah hebat dan kata pujian lainnya namun jangan yg gombal-gombal banget ya.


7. Risk Taker dan Berani Gagal

Without Risk There is NO REWARD !!! bahkan seorang karyawan yang sukses berkarir dan menjadi TOP MANAGER pun tahu bahwa yang namanya keberhasilan pasti ada Risk nya. Orang – orang berhasil yang saya temui adalah Risk Taker sejati, tapi eit..eit..eit mereka gak gegabah loh. Memang mereka ambil keputusan dengan cepat yang membedakan mereka dengan orang banyak mikir adalah mereka menjadikan Risiko yang ada menjadi media mereka untuk bertumbuh, karena kepepet ide-ide bermunculan kerja pun menjadi gesit dan fokus, hasilnya ? SUKSES LUAR BIASA !!

If you worry too much about failing, you'll never start a business. You have to be willing to fail if you want to succeed. Kalimat yang selalu diucapkan mentor saya sederhana kalau dipraktekin bisa bikin galau bermalam-malam, butuh mental dan konsistensi untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Di Bisnis sekalinya anda maju susah untuk mundur karena sudah ada tim bisnis dibelakang kita yang hidupnya juga tergantung dengan kita, that’s why kenapa banyak Entrepreneur penghasilannya gila-gilaan karena mereka sudah berpikir bukan hanya untuk dirinya namun Tim bisnisnya, otomatis REZEKINYA LEBIH BANYAK.


8. Fokus Pada Peluang

Keburuntungan datang dari peluang yang bertemu dengan kesiapan. Seorang Entrepreneur itu haruslah bervisi, dalam kondisi apapun visi nya haruslah jelas karena seorang entrepreneur itu tahu terkadang kesempatan-kesempatan hebat muncul disaat krisis.

Lebih jelasnya seperti apa sih bentuk peluang pada dunia bisnis ? Celah Pasar ( Market gap ) , Pelanggan Baru, Produk Baru, Peluang Kerja Sama, Pameran dan event-event bisnis pun termasuk. Intinya peluang itu dimana-mana, selama kita yakin itu Halal dan bermanfaat itu namanya PELUANG, dari kata PELUANG ada kata “UANG” jadi yang gak manfaatin PELUANG gak dapet UANG.

Kita bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan menjadi follower dan mencari celah, namun hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan peluang yang ada dengan inovasi yang kita punya, keep action dan lakukan jangan terlalu banyak berpikir.


9. Finacial Thinker

Pebisnis itu MATRE !! betul... sama halnya dengan karyawan yang kerja dari pagi sampai malam berharap di gaji, gak jauh beda, bedanya pebisnis punya kebebasan waktu. Kalau gak mau matre ? jadi aktivis sosial ! tapi butuh duit juga kan ?

Maukah kita membangun sebuah Organisasi Non-Profit Oriented tapi keuangannya nombok terus ? gak mau kan ? jadi apapun bisnisnya harus tetap sehat keuangannya kalau nombok terus lama kelamaan siapa yang mau nombokin ? masalah pembagian profit itu tergantung pribadi masing-masing.

Hal yang harus dipastikan adalah apakah setiap keputusan dan kerja sama yang kita lakukan ada manfaat bagi kesehatan bisnis kita ? bagaimana ke depannya akan menjadi investasi yang menguntungkan atau merugikan ? bagaimana 5 , 10 dan 15 tahun lagi ? apakah keputusan yang kita ambil ini bersifat investasi atau pengeluaran dengan manfaat yang sedikit ?

Setiap keputusan yang diiringi analisa keuangan yang tepat akan meminimalisir bocornya keuangan pada bisnis kita, pada UKM bisa berakibat fatal karena pondasi keuangan yang biasanya masih belum kokoh dibandingkan perusahan besar yang setiap biaya investasinya sudah dialokasikan dan sumber daya manusia nya sudah kokoh.

Nah seperti itulah atittude yang dimiliki Entrepreneur dari sudut pandang yang saya ketahui. Teman-teman boleh menambahkannya cukup dengan comment pada artikel ini. Syukur-syukur bila bermanfaat , boleh teman-teman share kepada teman-teman lainnya, bila ingin meng-copy tulisan saya alangkah baiknya teman-teman izin terlebih dahulu yaa.

Dulu Juga Pernah Jadi Alay ! Sekarang....

Gara-gara iseng otak-atik FB lihat foto-foto lama sampai sekarang.
Bersyukur banget rasanya banyak perubahan pada diri saya
mostly perubahan pada mental yang dulunya kuper sejati sekarang jadi berani bicara
yang dulunya pergi ke luar negeri hanya impian belaka sekarang menjadi kenyataan
Allah SWT memang selalu sayang sama saya .

Saya tak malu memperlihatkan foto saya dahulu,
Saya tahu memang banyak orang disana menutupi masa lalunya.
Tapi pemimpin sejati tidak pernah takut untuk menertawai dirinya sendiri
saya share di blog bukan maksud pamer, kalau bisa diajak untuk berkaca diri
yuk coba kita lihat berapa banyak perubahan yang kita buat dan begitu sayangnya Yang Maha Kuasa kepada kita.

2008




2009




2010



2011


disaat peluh keringat
dibayar dengan caci maki
tetap tersenyum...

disaat melangkah kedepan
teman sejati melangkah mundur menjauhi
tetap tersenyum...

disaat mengucap mimpi-mimpi
orang sekitar mentertawai
tetap tersenyum...

disaat kita terjatuh
orang sekitar berkata "Tuh kan apa gw bilang!"
tetap tersenyum...

Senyum adalah senjata ku
dalam hadapi keras pahit nya hidup

karena aku tahu senyum-senyum itu akan berkembang
jauh lebih banyak..
jauh lebih indah...
jauh lebih lepas...
bebas... tinggi ke angkasa...
seperti mimpi-mimpiku

yah sudahlah apa gunanya ku tulis tulisan ini
ini bukan puisi atau sajak
ini hanya kata-kata dengan font italic bergaya tulisan miring

maaf dariku untukmu telah membaca tulisan ini menghabiskan waktu - waktu berguna milikmu