Thursday, June 12, 2014
Peranku Untuk Indonesia ( Essay LPDP )
Kesuksesan Terbesar Dalam Hidup Saya ( Essay LPDP )
Monday, April 14, 2014
Sepak Bola dan Pria : Cinta, Harapan, Agama, Kebersamaan, Depresi, Kesedihan dan Kegilaan. (1)
![]() |
| 2007 - Athens |
Tanyakan pada setiap wanita betapa bencinya mereka saat diduakan oleh sepakbola dan mereka akan menjawab dengan pertanyaan yang sama, “ Kenapa sepakbola ? “ sebuah pertanyaan tanda kebingungan yang jawabannya sendiri mereka tidak tahu.
- Pria menonton bola untuk hiburan
- Pria menonton bola untuk memenuhi kebutuhan psikologis
Ini rekomendasi dari saya sebuah film yang sangat menarik yang menggambarkan kehidupan fans sepak bola. ( Lumayan looh buat yang lagi tes IELTS atau TOEFL sekalian latihan listening akses british )
Saturday, September 14, 2013
Path of Life
Que sera sera, whatever will be will be.... the future's not ours to see... Que sera sera... What will be, will be
Monday, November 19, 2012
Tips Membangun Usaha Kecil Menengah
2.Business Plan pastikan di desain sebaik mungkin. Buatlah seindah mungkin dan seprofesional mungkin. Jangan pakai M. Word Polos
3. Contoh Business Plan bisa dilihat di website http://bplan.com , untuk presentasi ke investor pastikan dibuat lebih singkat
4. Selalu miliki prototype produk kita untuk ditunjukkan ke Investor maupun pembeli, ini lebih bervisi dan lebih "kebayang"
5. Tidak disarankan untuk usaha kecil yang baru berjalan 100% modalnya dari kredit Bank, berjuanglah untuk dapat investor
6. Jangan sungkan untuk menetapkan gaji untuk kita sendiri dan memberikan seluruh dividen kepada investor sampai modalnya kembali
7. Gw sendiri sampai saat ini digaji + bonus sama usaha gw sendiri, gak masalah yang penting investor happy
8. Setelah modal yang dipinjamkan investor balik semua, barulah kita dapat bagian saham, kalau bisa diatas 51%. Tuliskan dikontrak
9. Pastikan kita tahu berapa revenue yang dibutuhkan untuk BEP , BEP itu kondisi impas pemasukan sama pengeluaran operasional
10. BEP itu bukan balik modal, okeeh... jangan sampai diketawain sama investor , pelajari akuntansi dasar
11. Tagih piutang secepatnya dan bayar ke vendor selambat-lambatnya selama cash masih bisa diputar untuk keperluan lain
12. Untuk usaha baru pastikan gak langsung mengangkat karyawan tetap, beri waktu 3-6 bulan untuk training, fee disesuaikan
13. Jangan malu untuk kenalkan bisnis dan produk dari usaha kita kepada keluarga, kerabat dan relasi kita, minta feedbacknya
14. Jangan lupakan Branding, Sederhananya dapat dimulai dengan mengkomunikasikan produk dan produk yang berkualitas
15. Kenali jalur distribusi untuk memasarkan produk kita, perbanyak relasi dan jaga hubungan baik dengan para penjual
Monday, February 6, 2012
Kunjugan Ke Restoran Sushi "T" [ PART 2 ]
Kunjugan Ke Restoran Sushi "T" [ PART 1 ]
Saturday, February 4, 2012
Melek Finansial - PART 2
Terus menurut lo gil indikator melek finansial itu gimana ?
By the way gw bukan perencana keuangan tapi gw tetap merencanakan keuangan gw bahkan pensiun gw udah gw rencanain dari sekarang ( umur gw 22 tahun dan niat pensiun diumur 40 tahun ) . Pastinjaaa... harus ngerti produk keuangan dan mulai investasi sejak dini.
Gw sedikit curhat aja nih, kesel banget gak lo kalau ketemu orang tua yang punya anak padahal dia sendiri bakal pensiun dalam waktu 5 – 10 tahun lagi tapi gak pernah mau mulai investasi, kerjaannya nabuuunnng mulu , itu uang abis digerus inflasi kagak sadar-sadar si doi. Rumah Cuma 1 selain itu aset apalagi yang dia punya ? gak adaaaaaa..... Gubrak padahal penghasilannya lumayan bisa nyicil rumah sederhana satu lagi buat asetnya, Cuma si doi ini hobi bener nabungnyee kencenggg.
Gak cukup nabung bagi gw, harus investasi demi masa depan keluarga kita dari mulai risiko paling rendah pakai DEPOSITO dan jaga nilai Aset bisa pakai GOLD ( bisa dicicil ) , GOLD naiknya lumayan loh daripada nabung malah minus kena inflasi. Setelah itu bisa pakai REKSADANA, bisa nyicil dari 150rb/bulan , kgk susah kan ?
Nah kembali ke kasus sebelumnya, si alex ini orangnya hobi nabung udah gitu tabungannya kecil dia juga gak pernah ngatur porsi keuangannya dan orangnya terkenal boros karena lifestyle di kantornya yang menuntut dia untuk hidup boros. Si Budi ini orangnya hemat tapi bukan hemat yang tolol ( sadiisss bahasanya ) dia hematnya pinter dan dia pun selalu menggabungkan incomenya bersama istrinya, hebatnya istrinya rela uangnya disatukan dengan penghasilan suami dan dijadikan satu manajemen keuangan yaitu KEUANGAN KELUARGA BUDI. Setelah itu si Budi ini pinter investasi dia cerita kalau dia menyiapkan dana pendidikan untuk anaknya memakai GOLD + Asuransi Pendidikan , sedangkan untuk persiapan kuliah anaknya dia pakai reksadana moderat. Semenjak awal membangun keluarga pasutri budi dan istrinya ini sudah komitmen 20 – 25 % penghasilannya dijadikan investasi dengan cicilan properti dan kendaraan tidak pernah lebih dari 30% lifestyle gak sederhana sengsara banget tapi hemat minimalis.
Untuk Dana Liburan biasanya si Budi ini pakai Deposito dan untuk target liburan jangka panjang dia pakai reksadana benar-benar perencanaan yang SMART. Si Budi ini juga selalu memilih mobil jepang Toyota dibandingkan si Alex yang pakai mobil eropa, untungnya si Budi ini nilai asetnya selalu terjaga.
Kira-kira kalau disuruh milih, pilih mana hayo.. pasti pilih Penghasilan Alex dengan Manajemen keuangan seperti Budi kan ?
Menarik memang menilik kehidupan middle class. Middle class itu tulang punggung negara jangan sampai rusak karena hanya gak MELEK FINANSIAL.
Melek Finansial – PART 1
Anyway... #GDP Indonesia tahun 2012 ini bakal nyentuh 3500 USD which means setiap per kapita punya pendapatan 3500 USD pertahun itulah kenapa daya beli masyarakat indonesia ini kuat banget dan mereka inilah yang disebut kelas menengah. Nah cuman kenapa ya gw sering ngeliat banyak banget golongan kelas menegah yang waktu pensiunnya menyedihkan banget bahkan ada yang gak mau berhenti kerja padahal udah waktunya pensiun.
Nah gw ada cerita waktu itu sempat bertemu dengan seorang assistent manager lulusan dari kampus yang sama seperti kampus gw sebut saja alex, kampus gajah duduk gitu loohh... multinasional company gitu looh gajinya 20 jutaan udah kerja puluhan tahun waktu itu gw pikir cukup mapan nih orang tapi hal yang paling bikin gw kaget dia curhat kalau haji aja gak sanggup dan mau nyekolahin anak aja mikir-mikir, WHAT THE HELL ????
Disisi lain gw juga pernah ketemu seorang employee sebut saja budi cuman gw rada lupa jabatannya apa yang pasti umur sama seperti si assistent manager yang tadi, penghasilannya gak begitu wah 11 jutaan dan istrinya guru di salah satu sekolah negeri favorit punya penghasilan sekitar 3 jutaan , berarti kalau join income 14 jutaan perbulan. Kenapa gw bisa tau ? karena gw nanya , rada brutal emang namanya juga mahasiswa kan cari info kerja, ya nggak ?
Yang menariknya yg 19jt tadi ribet banget mau nyekolahin anaknya ke PTN lewat jalur khusus negeri eh yang ke-2 yang penghasilannya dibawah yang pertama dia malah udah haji bareng istrinya, bawa ortu + mertuanya pula dan siap menyekolahkan anaknya, akhirnya gw menemukan sesuatu yang akhirnya membuka paradigma gw sampai saat ini yaitu yang satu MELEK FINANSIAL dan yang satunya lagi GAK MELEK FINANSIAL. ( PART – 2 )
Wednesday, November 16, 2011
Pandanganku Terhadap Unique Selling Point
Saturday, November 12, 2011
Ide Bisnis Gagal ? Kenapa ?
Siapa yang sering dengar ide-ide bisnis yang bagus tapi tidak pernah terlaksana ? pasti banyak bukan ? salah satunya kita sendiri mungkin pernah mengalami hal yang sama, betul ? saya pun juga begitu. Ide itu aset pertama kita, semua pebisnis besar mulai dari pikirannya yaitu IDE nya yang diiringi action. Hanya saja mereka mau mencari solusinya sedangkan beberapa dari kita berhenti di tengah jalan karena merasa tidak mendapat solusinya.
Menjadi Entrepreneur itu pada dasarnya harus inisiatif mencari ilmu gak selalu dicekokin arahan terus sama mentor nya karena kalau seperti itu lebih cocok menjadi employee. Saya coba papar beberapa faktor yang biasanya membuat ide bisnis tidak menjadi kenyataan berdasarkan pengalaman saya :
1.Killer Costs
Ini bukan modal tapi killer costs ini masuk kepada biaya operasional disaat nanti kita menjalankan bisnisnya, kenapa modal tidak termasuk masalah besar ? Justru modal itu problem paling gampang, banyak seminar yang memberi tahu caranya mencari modal gak pakai lama kok kita bisa cari investor (bagi hasil) atau pinjam ke bank.
Nah killer costs ini biasanya muncul karena kesalahan perencanaan yang biasanya didasari kurangnya pengalaman dan hal yang perlu kita ketahui bahwa investor dan bank tidak suka dengan bisnis yang mempunyai pengeluaran yang besar per bulannya karena bisa sangat berisiko bagi mereka.
Misalnya saat saya mengawali bisnis sepatu saya, saya tidak langsung membangun bengkel sendiri, kenapa ? karena dengan membangun bengkel sendiri saya akan menanggung pengeluaran dari gaji karyawan yang sangat besar nah dari situ saya bisa memotong pengeluaran bisnis saya.
Tips : selalu cari cara untuk menutup kebocoran keuangan bisnis kita dan Buatlah perkiraan neraca diatas asumsi yang ada , misalnya dilapangan pengeluaran dalam 1 bulan bisa Rp. 10.000.000 nah di neraca asumsi kita bisa tulis Rp. 12.000.000 atau Rp. 13.000.000 jadi investor dan kita sendiri gak kaget kalau biayanya tiba-tiba meledak atau naik.
2. Tidak ada Sumber Daya Manusia
Ada 2 hal yang sumber penyebabnya :
a. Sumber Daya Manusia nya pada kabur
b. Belum dapat sumber daya yang cukup
Untuk masalah SDM yang poin A saya rasa saya sendiri belum berintegritas untuk menjelaskannya kita perlu belajar leadership lebih banyak dilapangan karena poin pentingnya ada di leadership kita sebagai leader saran saya membaca buku-buku John C. Maxwell bisa menjadi pilihat paling tepat untuk mempelajari leadership.
Nah untuk poin B problemnya biasanya karena kita tidak mau mencari dan berjuang untuk menemukan SDM atau perkiraan yang kita buat tentang kebutuhan SDM yang dibutuhkan untuk usaha kita terlalu banyak. Sadari bahwa kita juga termasuk SDM pada usaha kita sendiri dan pastikan kita juga mau belajar untuk mengerti usaha kita sendiri, saya sendiri bukan wanita tapi usaha saya di bidang sepatu wanita. Suka gak suka mau gak mau kita memang harus mau nyebur dan belajar terus sampai ahli dan bisa diteruskan oleh tim bisnis kita dikemudian hari.
3. Kesalahan Menganalisa Pasar
Ini biasanya sindrom “Blind Marketing” yang hinggap pada orang ber-ego tinggi seperti saya dahulu. Apa sih sebetulnya bentuk penyakit “blind marketing” ? Biasanya terjadi pada entrepreneur yang meriset pasar hanya dengan sepengetahuan dia saja. Misal, saya dulu pernah berpikir bahwa pelanggan saya itu suka sekali dengan wedges maka dari itu saya buat sepatu ready stock berbentuk wedges ternyata meleset customer suka dengan produk flat shoes, kenapa ? karena saya hanya riset pasar menggunakan bola mata saya sendiri, gak jauh beda sama kuda yang dipasangin kaca mata kuda deh.
Pada tulisan saya tentang Entrepreneur’s atittude salah satu karakter yang dimiliki entrepreneur adalah people oriented. Nah market kita orang bukan ? bukan genderuwo, kuntil anak atau pocong sebagainya. Kita harus mengerti market-market kita dengan cara apa ? mengenalnya , mengajak ngobrol dan mengetahui kebiasaan-kebiasaan mereka sama seperti saat kita PDKT sama orang yang kita suka, kalau udah dapat hatinya ditembak pasti dapet kan ? kemungkinan besar jadi pacar bener gak ?
Nah tips dari saya coba kita perhatikan poin-poin ini :
a. Ketahui benar-benar siapa target market kita ( umur , kebiasaan, pekerjaan , kebiasaan dalam mengeluarkan uang, budaya dll. )
b. Pastikan “permintaan” dari pasar terhadap produk semacam yang kita buat itu sustainable jadi bukan “musiman”
c. Pricing yang “tepat” . Terlalu murah jadi murahan terlalu mahal gak ada yang beli. Coba berbicara dengan orang-orang yang sesuai dengan target market kita karena mereka yang tahu jawabannya.
4. Kurang Memiliki Keunikan
Nah unik disini tidak harus unik pada bentuk barangnya saja, namun unik dalam cara menjual, cara membuat, mengiklankannya dll. Hal ini saya bahas di tulisan saya berikutnya tentang USP ( Unique Selling Point ) siapa tahu bisa bermanfaat buat kita semua ya.
Thursday, November 10, 2011
Bisnis Vs Karyawan
Bisnis Versus Kuliah
Ada yang jawab susah ada yang jawab gak bisa. Kalau saya pilih jawab tidak bisa, bukan berarti saya tidak menghargai kuliah saya karena memang tidak ada hubungannya kecepatan lulus sarjana dengan kesuksesan bisnis saya. Ilmu nya yang penting, justru dengan saya kuliah di cicil ilmu nya makin banyak makin ter update dan makin paten.
Saya yakin ada beberapa dari kita yang mengalami hal yang sama. Prinsip saya berikan gelar Sarjana harus dan wajib karena hubungannya dengan kebahagiaan orang tua walau saya sendiri tidak termotivasi untuk kesana tapi faktor orang tua lah yang memotivasi saya selama ini siapa tahu doa nya makin lancar untuk kesuksesan di bisnis saya.
Apa untungnya bisnis saat kuliah ? yang saya rasakan bahwa saya gak pernah jadi ego dengan gelar yang saya punya , wong gelar saja belum punya ! Banyak loh yang mau bisnis takut gagal kenapa coba ? Malu salah karena sudah Cum Laude dan S1 dari Perguruan Tinggi ternama ( gak semua yaa..). Saya pribadi dengan merasa diri saya masih mahasiswa selalu menempatkan diri dalam posisi mendengarkan untuk belajar. Belajar dari siapa ? Mentor dan praktisi ! kenapa harus Mentor dan praktisi ? supaya jalannya bener gak melenceng-melenceng. Kalau saya dengarkan paman saya yang bukan wirausaha bisa kacau hidup saya , kenapa ? karena memang beliau tidak bergerak di bidang wirausaha, sama halnya kita ingin belajar matematika tapi nanyanya ke guru Kesenian bisa-bisa salah jalur kita.
Intinya, tidak ada konflik kepentingan pada Bisnis dengan kuliah kita selama kita yakin itu baik buat kita kenapa enggak ? tetap cari solusi yang terbaik jangan sampai mengorbankan salah satu nya, saya sendiri tetap kuliah dan menjalankan bisnis. Sesuaikan dengan kondisi kita yang penting jangan cari-cari alasan kalau bisnis terkorbankan karena kuliah. Sesungguhnya kuliah itu tidak sibuk dan tidak menghabiskan waktu.
Tuesday, November 8, 2011
Entrepreneur's Atittude [PART2]
Saya mau lanjut Part 2 nya nih tentang Entrepreneur’s Atittude. Sebelumnya saya beritahu kepada teman-teman yang membaca blog saya tidak usah heran terkadang postingan saya ngawur gak jelas kadang serius gak ketulungan karena itulah saya, Entrepreneur memiliki sisi eksentrik karena mereka sudah mengetahui diferensiasi tidak hanya di produk dagangnnya saja, begitu juga dengan karakternya.
Yang belum baca part 1 nya monggo di klik link berikut PART1
Oke kita lanjut yaa...
5. Kemampuan Melihat Gambaran Besar
Seorang Entrepreneur harus dapat melihat sebuah keputusan dengan sudut pandang yang holistik, maksudnya ? Satu keputusan harus kita lihat dari 4 pilar bisnis yaitu dari segi Finance ( Keuangan ), Marketing ( Pemasaran ), Operational ( Operasional ) & HumanResource ( Sumber Daya Manusia ). Misal saat saya ingin meluncurkan suatu produk saya harus memikirkan juga dari segi investasi, cara promosi, produksi, waktu pembuatan dan pekerja + sales representative yang mendukung kesuksesan dari produk yang saya keluarkan. Terkesan otak kiri banget, memang betul namun bila kita sering berlatih, membaca buku dan apalagi memiliki mentor yang berpengalaman gak perlu lama kurang dari 1 minggu kita bisa buat gebrakan dari keputusan yang kita buat.
6. People Person
Mau jadi nelayan, mau jadi orang tambang ujung-ujungnya ketemu Orang dan Cari Orang, betul ? Nah sebagai pebisnis sangatlah dituntut untuk fleksibel saat bertemu orang lain tidak perlu supel yang serba lebay dan SKSD, namun pebisnis haruslah ramah segarang apapun muka kita.
Entrepreneur sejati benar-benar memperhatikan hubungan khususnya kepada Investor, Tim Bisnis, Supplier dan Customer. Jalinlah hubungan dengan tulus jangan terus mengungkung diri, jalinlah hubungan dengan siapapun selain menambah pahala bisa juga jadi saluran rezeki dikemudian hari.
Tips : Belajarlah mengucapkan kata-kata ini bila ingin jadi Entrepreneur apapun kondisinya mau bete atau dimarahin customer : Maaf , Terima Kasih , Halo , Selamat pagi/siang/sore/malam, apa kabar, terima kasih atas masukannya, masukan anda memang sangat bermanfaat bagi kami, apa yang bisa kami bantu, anda memang hebat, wah hebat dan kata pujian lainnya namun jangan yg gombal-gombal banget ya.
7. Risk Taker dan Berani Gagal
Without Risk There is NO REWARD !!! bahkan seorang karyawan yang sukses berkarir dan menjadi TOP MANAGER pun tahu bahwa yang namanya keberhasilan pasti ada Risk nya. Orang – orang berhasil yang saya temui adalah Risk Taker sejati, tapi eit..eit..eit mereka gak gegabah loh. Memang mereka ambil keputusan dengan cepat yang membedakan mereka dengan orang banyak mikir adalah mereka menjadikan Risiko yang ada menjadi media mereka untuk bertumbuh, karena kepepet ide-ide bermunculan kerja pun menjadi gesit dan fokus, hasilnya ? SUKSES LUAR BIASA !!
If you worry too much about failing, you'll never start a business. You have to be willing to fail if you want to succeed. Kalimat yang selalu diucapkan mentor saya sederhana kalau dipraktekin bisa bikin galau bermalam-malam, butuh mental dan konsistensi untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Di Bisnis sekalinya anda maju susah untuk mundur karena sudah ada tim bisnis dibelakang kita yang hidupnya juga tergantung dengan kita, that’s why kenapa banyak Entrepreneur penghasilannya gila-gilaan karena mereka sudah berpikir bukan hanya untuk dirinya namun Tim bisnisnya, otomatis REZEKINYA LEBIH BANYAK.
8. Fokus Pada Peluang
Keburuntungan datang dari peluang yang bertemu dengan kesiapan. Seorang Entrepreneur itu haruslah bervisi, dalam kondisi apapun visi nya haruslah jelas karena seorang entrepreneur itu tahu terkadang kesempatan-kesempatan hebat muncul disaat krisis.
Lebih jelasnya seperti apa sih bentuk peluang pada dunia bisnis ? Celah Pasar ( Market gap ) , Pelanggan Baru, Produk Baru, Peluang Kerja Sama, Pameran dan event-event bisnis pun termasuk. Intinya peluang itu dimana-mana, selama kita yakin itu Halal dan bermanfaat itu namanya PELUANG, dari kata PELUANG ada kata “UANG” jadi yang gak manfaatin PELUANG gak dapet UANG.
Kita bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan menjadi follower dan mencari celah, namun hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan peluang yang ada dengan inovasi yang kita punya, keep action dan lakukan jangan terlalu banyak berpikir.
9. Finacial Thinker
Pebisnis itu MATRE !! betul... sama halnya dengan karyawan yang kerja dari pagi sampai malam berharap di gaji, gak jauh beda, bedanya pebisnis punya kebebasan waktu. Kalau gak mau matre ? jadi aktivis sosial ! tapi butuh duit juga kan ?
Maukah kita membangun sebuah Organisasi Non-Profit Oriented tapi keuangannya nombok terus ? gak mau kan ? jadi apapun bisnisnya harus tetap sehat keuangannya kalau nombok terus lama kelamaan siapa yang mau nombokin ? masalah pembagian profit itu tergantung pribadi masing-masing.
Hal yang harus dipastikan adalah apakah setiap keputusan dan kerja sama yang kita lakukan ada manfaat bagi kesehatan bisnis kita ? bagaimana ke depannya akan menjadi investasi yang menguntungkan atau merugikan ? bagaimana 5 , 10 dan 15 tahun lagi ? apakah keputusan yang kita ambil ini bersifat investasi atau pengeluaran dengan manfaat yang sedikit ?
Setiap keputusan yang diiringi analisa keuangan yang tepat akan meminimalisir bocornya keuangan pada bisnis kita, pada UKM bisa berakibat fatal karena pondasi keuangan yang biasanya masih belum kokoh dibandingkan perusahan besar yang setiap biaya investasinya sudah dialokasikan dan sumber daya manusia nya sudah kokoh.
Nah seperti itulah atittude yang dimiliki Entrepreneur dari sudut pandang yang saya ketahui. Teman-teman boleh menambahkannya cukup dengan comment pada artikel ini. Syukur-syukur bila bermanfaat , boleh teman-teman share kepada teman-teman lainnya, bila ingin meng-copy tulisan saya alangkah baiknya teman-teman izin terlebih dahulu yaa.
Dulu Juga Pernah Jadi Alay ! Sekarang....










