Sunday, November 6, 2011

Entrepreneur's Atittude [PART 1]

Seperti biasa setiap hari raya saya pasti bertemu banyak orang mulai dari sanak saudara sampai teman-teman lama. Topik yang paling dibicarakan pastinya soal dunia kerja dan bisnis. Sampai pada akhirnya saya berbincang dengan seseorang yang ingin merintis usaha, terlihat dia mempunyai mimpi yang besar sangat besar bahkan. Namun pada saat dia berbicara saya ragu sekali akan mimpinya itu tercapai, mengapa ? apakah saya mendoakan yang jelek-jelek buatnya ? tentu tidak pastinya.

Saya bukan peramal tetapi hal yang pasti adalah saya doakan untuk perubahan sikap pada dirinya. bukan maksud sok suci yang pasti anda sendiri pasti bisa membedakan batasan orang yang rada “miring-miring” sama yang benar-benar lurus. Kalau saya sendiri masih miring-miring jadi tahu orang yang miring-miring hehe.

Yah apapun itu kita lupakan saja sejenak karena yang pasti Entrepreneur itu basicnya di Karakter. Saya tidak akan membicarakan tentang agama atau sedekah di tulisan kali ini. Nah, apa sih karakter yang paling umum dimiliki semua entrepreneur sukses ? saya coba tuliskan semoga bermanfaat buat kita semua ya.

1.Ngotot

Ngotot disini bukan ngotot untuk berdebat karena entrepreneur itu fokus di action. Kenapa butuh ngotot ? karena disaat memulai usaha pastinya kita akan mengalami yang namanya frustasi, time management yang kacau dan yang paling pasti adalah mendongkrak omzet yang bikin pusing kepala. Semua hal tersebut butuh “ngotot” , ngotot untuk berprestasi dan ngotot untuk memenangkan target pasar serta kontrak-kontrak perjanjian bisnis di tengah-tengah perjalanan bisnis kita. Saran saya kalau dari awal Cuma ngotot “emosi” , semangat menggebu-gebu tapi tidak action lebih baik tidak usah dibuka bisnisnya karena bisnis butuh ke”ngototan” kita. Salah satu yang terpenting adalah kalau kita sudah “ngotot” gak akan berpengaruh lagi orang-orang yang menggunjing/meremehkan kita saat berbisnis justru mereka yang akan segan karena melihat keseriusan kita berjuang.

2.Action Oriented

Entrepreneurs are the kind of people who just get on with things, rather than sitting around talking about them. Bagi saya itulah entrepreneur beda sama orang birokrat yang hobinya rapat, maksudnya action oriented bukan asal tabrak saja. Sempurnakan sambil jalan dan “gatel” lah kalau gak action. Karena yang bertanggung jawab untuk bisnis kita , ya kita sendiri ! kalau limpahin tanggung jawab ke karyawannya sama saja memberi bisnisnya ke karyawan, tidak jauh berbeda dengan “menitipkan jantung” kita kepada orang lain. Saya pernah berbicara dengan seorang mentor beliau pengusaha minuman kopi yang usahanya sudah “auto-pilot”, itupun dia dapatkan setelah 3 tahun full kerja keras sehingga sikap dan skillnya dia terduplikasi oleh bawahannya, makanya beliau punya pilihan waktu.

3.Confidence

Jadi entrepreneur itu gak semudah yang kita bayangkan walau pada faktanya soal skill seorang entrepreneur tidaklah sepintar para profesional diluar sana. Hal spesial yang dimiliki para executive dan entrepreneur sukses adalah Confidence (keyakinan).

Bisakah anda tidur tenang dengan cicilan pinjaman modal dari bank yang besar ? Tidur tenang disaat sales perusahaan belum memuaskan ? Tidur tenang disaat anda tahu ada kerugian / musibah yang terjadi kepada bisnis anda ?

Stress terkadang datang begitu saja karena keyakinan diri kita yang negatif akan masa depan kita, disisi lain keyakinan positif akan mempengaruhi tindakan kita saat menjalankan bisnis yang ujung-ujungnya akan menjadi cerita gembira pada perjalanan bisnis kita kedepannya.

Saya pernah merasakan rasanya menggaji karyawan tapi saya dan co-owner saya tidak mendapatkan sepeserpun uang selama 3 bulan karena penjualan anjlok luar biasa. Alhamdulillah ujiannya masih ringan, sempat saya merasa keyakinan itu memudar, hanya saja saya sempatkan ikut seminar motivasi dan setelah keyakinan saya meningkat hasil di bisnis pun meningkat, kok bisa ? karena kalau sudah yakin kita pun akan ngotot dan ide-ide akan bermunculan.

Keyakinan dan percaya diri itu penting khususnya saat kita membuka relasi dengan pengusaha-pengusaha lainnya, kalau pebisnis tidak punya keyakinan akan bisnisnya, bagaimana ia akan memperluas jaringan usahanya ? karena seorang entrepreneur pada akhirnya akan bekerja sama dengan orang-orang yang tidak dikenal olehnya.

Bagi saya Keyakinan itu seperti “faktor kali” kalau keyakinannya “0” (nol) maka apapun yang dikerjakan pasti hasilnya akan 0 juga.

4.Passion

Passionate tidak harus berapi-api dan tidak harus passion pada bidang tertentu. Saya sendiri bisnis di bidang sepatu wanita tapi saya bukan lekong atau banci kaleng. Passion tidak harus pada suatu produk atau jasa tertentu. Passion bagi saya adalah gairah kepada bisnis/kerja yang kita jalani biasanya passion yang awet yang saya rasakan adalah passion yang berdasarkan impian kita, apa saja yang kita ingin wujudkan dari bisnis yang kita jalankan.

Bergairah untuk menggali ide-ide dan terobosan baru, Bergairah saat mengkomunikasikan bisnis kita kepada orang lain baik itu pada tim kita, investor , bank dan pelanggan. Tak perlu kata-kata manis untuk meyakinkan investor , tak perlu kata manis untuk meningkatkan semangat para karyawan kalau kita sudah passionate banget pasti akan tertular dan mereka pun akan merasakan passion yang sama pada bisnis kita.

Sebetulnya masih ada 5 lagi Sifat entrepreneur yang mau saya tulis, berhubung kepanjangan tunggu part ke-2 nya yaa ...

No comments:

Post a Comment